Showing posts with label KISAH ANAK. Show all posts
Showing posts with label KISAH ANAK. Show all posts

09 February 2020

Kisah Keli Si Kelinci Kecil yang Lucu & Imut

PAGI yang cerah yakni di hari Minggu Indah seperti hari biasanya, Keli nama si kelinci kecil yang lucu mulai bekerja dan membantu mamanya dengan memungut sisa-sisa wortel yang sudah di panen pada sebuah kebun. Keli mulai bosan dengan apa yang sudah dikerjakan. Dirinya kemudian duduk di aspek ladang wortel dekat pondok yang didirikan oleh si pemilik kebun. 

Ia mulai menatap ke atas langit yang cerah sambil bergumam dalam hati, "Hmm, mengapa ya kelinci kerjanya cuma memungut sisa wortel panen orang-orang? Kenapa tak semacam hewan-hewan yang lainnya yang mencari makanan yang selalu berbeda setiap harinya?"



Lama ia menatap langit cerah yang tak ada awannya. Tiba-tiba ia melihat elang terbang di langit yang sedang mengangkat seekor anak ayam. "Kemarin elang itu membawa ikan, kini bawa anak ayam. Huh, nyaman banget nasib si elang," gumamnya dalam hati.


Kemudian Tanpa ia sadari, mamanya memperhatikan semua gerak-geriknya. Mama Keli mulai mendekati anaknya. "Nak, elang itu dikasih tuhan suatu  kelebihan yaitu punya sayap, jadi ia dapat terbang dengan sayapnya serta mencari makanannya sendiri."


"Tuhan nggak adil ma. Masa elang saja yang dikasih sayap. Kenapa kelinci nggak dikasih sayap juga?" jawab si Keli kecil.


"Kata siapa Tuhan itu nggak adil. Tuhan itu adil terhadap semua ciptaannya. Setiap hewan dikaruniakan kelebihannya masing-masing. Elang dikasih sayap untuk ia terbang, harimau serta singa dikasih taring serta kecepatan untuk ia berlari juga untuk meringkus mangsanya. Kancil dikasih kecerdasan yang menarik jadi ia dapat memecahkan setiap perpersoalanan yang ada di hutan." ucap mamanya menerangkan dengan panjang lebar.


"Lalu kelinci dikasih kelebihan apa ma sama Tuhan ma?"

Mamanya pun mulai berpikir sejenak. "Kelinci telah dikasih kelincahan dalam berlari serta juga wajah yang lucu imut dan manis, Sama kayak Keli yang lucu."

"Iihh mama, cuma dikasih itu aja? Keli juga pengen dikasih sayap kayak elang, keli pengen nangkap ayam serta ikan, ingin juga kayak harimau serta singa yang ditakuti dan disegani semua binatang di hutan."


Mendengar keluhan Keli tersebut, mamanya hanya tersenyum.

Pada keesokan harinya, seusai ia memilih wortel di sebuah ladang. Keli kemudian berjalan-jalan di tengah hutan. Tiba-tiba datanglah seorang pemburu. Ia mulai menembak elang yang tengah terbang di angkasa. Tembakannya mengenai badan si elang. Burung pemangsa itupun tumbang dan jatuh ke tanah. "NaH, ini di si elang yang suka mencuri anak ayamku serta ikanku yang ada di kolam," kata si pemburu.


Keli yang mulai ketakutan, bersembunyi di balik pohon yang ada di belakang si pemburu itu.

Seusai menembak elang, pemburu pun langsung memasukkan elang ke dalam karung serta dibawanya pulang. Perjalanan pemburu itu kemudian dilanjutkan. Sebab penasaran, Keli pun mengikuti sang pemburu dari belakang. Tiba-tiba pemburu mengawasi seekor harimau. Dirinya bergumam, "Ini harimau yang suka mencuri kambing saya. "Pemburu pun langsung menembak si harimau. Door, hingga harimau pun mati terkapar.


Karena keli terkejut, ia pun terpeleset dan langsung kena tubuh si pemburu. Keli pun merasa takut, ia takut kalau bakal dibunuh kayak elang dan harimau tadi. Si pemburu itu berkata sambil tersenyum. "kamu adalah si kelinci yang baik yang suka menolong saya memunguti sisa wortel yang ada di kebun jadi saya tak merasa menyesal."


Tiba-tiba si pemburu itu langsung menggendong Keli sambil menciumnya. "Kau kelinci yang lucu dan manis, bulumu terasa lembut, kau layak untuk hidup.

Lalu, si pemburu melepaskan kelinci imut itu. Keli berlari sekencang-kencangnya pulang ke rumah. Sesampai di rumah Keli langsung terduduk di tempat tidurnya. Mamanya heran melihat kelakuan si keli. 

Rupanya Keli bermimpi bahwa ia berjumpa kakeknya, dan si kakek itu berkata, "Apa yang kau lihat kali ini, apakah setelah tahu kejadian kali ini kamu bakal tetap mau menjadi elang atau harimau. Jika iya, biar saya ubah kamu dengan kekuatan."


"Tidak kek, Keli hanya ingin jadi kelinci saja." Keli pun tersadar dari tidurnya, keringatnya pun mulai bercucuran. Di keesokan harinya Keli memungut wortel dengan semangat sekali. Mamanya pun merasa heran dengan apa yang diperbuat anaknya. 

Hanya Keli yang tahu bahwa ia merasa bersyukur ditakdirkan sebagai seekor kelinci yang manis dan juga menjadi kesayangan si pemburu tadi. Ia selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala kelebihan yang sudah dikaruniakan kepadanya. Keli si kelinci kecil yang imut.
Share:

06 August 2018

Kisah Anak Sholeh dan Kubah Ajaib


Kisah Anak Sholeh dan Kubah Ajaib di Zaman Nabi Sulaiman

Suatu hari Nabi Sulaiman telah menerima wahyu dari Allah agar supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan sebuah benda ajaib yang akan ditunjukkan pada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap, Nabi Sulaiman pun berangkat ke tepi pantai yang telah di nyatakan di dalam wahyu. Baginda nabi di iringi oleh kaum jin, manusia dan juga binatang.


Setelah tiba di pantai, Nabi Sulaiman kemudian mengintai-intai untuk mencari sesuatu seperti yang telah difirmankan oleh Allah. Setelah beberapa lama mencari, baginda nabi Sulaiman belum menjumpai apa-apa. Kata salah seorang dari mereka “Mungkin salah tempat”. Namun baginda nabi menjawab “Tidak, di sini tempatnya”. Nabi Sulaiman kemudian mengarahkan Jin Ifrit agar supaya menyelam ke dalam laut untuk melihat apa-apa yang pelik dan ajaib. Jin Ifrit kemudian menyelam agak lama juga barulah ia kembali pada Nabi Sulaiman dan mengatakan bahwa dia tidak menjumpai apa-apa atau benda yang ajaib. 

Lalu Nabi Sulaiman bertanya “Apakah kamu menyelam sampai dasar laut? ”, “Tidak” Jawab jin ifrit. Nabi Sulaiman pun meminta Jin Ifrit untuk menyelam sampai ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari-cari benda yang telah di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit juga tak menjumpai apa-apa atau benda yang ajaib dan ia melaporkan pada Nabi Sulaiman.

Perdana Menteri yang bernama Asif bin Barkhiya sudah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan meminta kebenaran untuk menolongnya. Sesudah memperoleh izin dari Nabi Sulaiman, dia pun membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Maka, tidak lama kemudian Asif menemukan sebuah kubah yang amat cantik. Kubah tadi memiliki empat penjuru, setiap penjuru terdapat pintu. Pintu pertama terbuat dari mutiara, pintu kedua diperbuat dari zamrud yang berwarna merah, pintu ketiga dibuat dari jauhar dan pintu keempat dibuat dari zabarjad. Pintu-pintu tadi terbuka luas, namun anehnya air tak masuk ke dalam kubah tersebut walau pintunya terbuka lebar. 

Dengan kuasa Allah, Asif bisa membawa kubah tadi naik ke darat dan diletakkan ke hadapan Nabi Sulaiman. Kemudian Nabi Sulaiman melihat kubah tadi dengan penuh takjub atas nama kebesaran Allah. Baginda berangkat untuk melihat kubah tadi, sesudah melihat ke dalam di dapati ada seorang pemuda yang berada di dalamnya. Pemuda tadi masih belum sadar walau kubahnya sudah diangkat ke darat karena sedang asyik bermunajat pada Allah SWT. Nabi Sulaiman pun memberi salam pada pemuda tadi. Lalu Pemuda tadi menyambut salam dengan perasaan terkejut dan melihat orang ramai sedang ada di situ. 

Nabi Sulaiman kemudian memperkenalkan diri pada pemuda tersebut bahwa beliau merupakan Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya “Dari mana mereka ini dan bagaimana bisa mereka datang?”. Pemuda tersebut merasa heran dan sesudah menjenguk keluar dia mendapati bahwa kubahnya sudah berada di daratan. Nabi Sulaiman kemudian memberitahu pemuda itu bahwa mereka datang karena diperintah oleh Allah untuk melihat sebuah keajaiban yang telah dikurniakan Allah kepadanya.

Sesudah mendapat izin dari pemuda tersebut Nabi Sulaiman lalu melihat ke dalamnya untuk melihat benda ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang ada di dalam kubah tersebut sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman lalu bertanya pada pemuda tadi bagaimana dia bisa berada di dalam kubah ini yang ada di bawah dasar laut. Pemuda tersebut kemudian menceritakan bahwa dia sudah berbakti kepada kedua orang tuanya selama 70 tahun. Bapaknya seorang yang lumpuh dan ibunya juga seorang yang buta. Suatu hari saat ibunya akan meninggal dunia, ibunya memanggil dirinya dan mengatakan bahawa ibunya sudah rela di atas khidmat yang telah diberikan olehnya. 

Ibunya berdoa memohon kepada Allah agar supaya anaknya dipanjangkan umur dan selalu taat pada Allah. Kemudian sesudah ibunya meninggal dunia, tak lama kemudian bapaknya juga meninggal dunia. Sebelum bapaknya meninggal dunia, bapaknya juga sudah memanggilnya dan mengatakan bahawa ia juga sudah rela di atas khidmat yang telah diberikan olehnya. Bapaknya berdoa sebelum meninggal dunia agar supaya anaknya di letakkan di sebuah tempat yang tak bisa diganggu oleh syetan.

Do’a kedua orang tua tersebut sudah dimakbulkan oleh Allah. Pada suatu hari saat pemuda tersebut berjalan jalan di tepi pantai ia pun melihat sebuah kubah yang tengah terapung-apung di tepi pantai. Saat pemuda tadi menghampiri kubah.

Ada suara yang berkata agar supaya sang pemuda masuk ke dalam kubah. Lalu ia masuk kubah dan melihat di dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan cepat dan kemudian tenggelam ke dasar laut. Tak lama kemudian muncul seseorang dan memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang di utus Allah. Malaikat tersebut berkata bahawa kubah itu adalah karunia Allah kerana bhaktinya kepada orang tuannya dan ia boleh tinggal di dalamnya selama yang ia mau, segala makanan dan minuman akan dihidangkan kepadanya jika ia memerlukannya. Malaikat tersebut berkata bahwa dia diperintah oleh Allah untuk membawa kubah tadi ke dasar laut. Sejak hari itu si pemuda terus bermunajat kepada Allah sampai hari ini.

Nabi Sulaiman lalu bertanya pada pemuda itu “Berapa lama kamu berada dalam kubah ini?” Pemuda itu pun menjawab “Saya tak menghitungnya namun mulai memasukinya pada masa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi”. Kemudian Nabi Sulaiman menghitung “. Ini artinya kamu sudah berada di dalam kubah ini selama 2400 tahun”. Nabi Sulaiman lalu berkata “Wajahmu mu tak berubah, malah selalu muda walau sudah 2400 tahun lamanya”. 

Nabi Sulaiman bertanya pada pemuda itu apakah dia ingin pulang bersamanya”. Pemuda tersebut menjawab “Nikmat apa lagi yang harus aku minta selain dari nikmat yang telah dikurniakan oleh Allah pada ku ini”. Nabi Sulaiman kemudian bertanya”Apakah kamu ingin pulang ke rumah tempat asal mu?” pemuda itu menjawab “Ya, silahkan antar aku ke tempat asalku”. Nasi Sulaiman kemudian memerintahkan Perdana Menterinya untuk membawa kubah tadi ke tempat asalnya.

Sesudah kubah tersebut ditaruh ke tempat asal, Nabi Sulaiman pun berkata pada kaumnya “Kamu semua sudah melihat keajaiban yang telah dikurniakan oleh Allah. Maka lihatlah betapa besar balasan yang telah Allah berikan pada orang yang taat dan berbakti pada orang tuanya dan betapa pedih siksa Allah bagi orang yang durhaka pada kedua ibu bapanya”. Nabi Sulaiman lalu berangkat pulang ke tempatnya dan senantiasa bersyukur pada Allah Taala karena sudah memberikan kesempatan padanya untuk menyaksikan hal yang ajaib dan indah.

Share:

03 June 2018

Cerita Legenda Malin Kundang Anak Durhaka


Cerita Legenda Malin Kundang Anak Durhaka | Cerita Rakyat
Al-Kisah pada zaman dahulu kala, pernah hidup sebuah keluarga miskin di kawasan daerah pesisir pantai. Sang ayah bekerja ikut bekerja di kapal-kapal para pedagang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Keluarga tersebut punya seorang anak lelaki yang umurnya masih kecil, yang bernama Malin Kundang. Boleh dikata, Malin Kundang termasuk anak yang rajin, dia suka membantu setiap pekerjaan ibunya untuk dapat meringankan beban orang tua. Sehingga sang ibu sangat sayang kepada Malin Kundang.


Cerita Legenda Malin Kundang Anak Durhaka

Sampai pada suatu ketika, sang ayah pun pergi berlayar. Akan tetapi setelah hari itu, sudah tidak pernah terdengar kabar lagi berita mengenai ayahnya. Setelah lama bertahun-tahun pun berlalu, Sang ibu malin kundang pun kini selalu bekerja keras seorang diri untuk dapat menghidupi dirinya dan agar dapat membesarkan si Malin. Melihat hal tersebut, kemudian malin kundang yang masih berumur belia merasa sangat kasihan pada sang ibu. Lalu ia bertekad untuk bekerja mencari nafkah, merantau dan kelak akan pulang membawa harta yang banyak untuk diberikan pada ibunya. Dan pada suatu hari, ada sebuah kapal yang cukup mewah yang berlabuh. Nah, seperti biasa, malin segera berlari ke kapal tersebut bersama para pekerja angkut lainnya, karena pekerjaan malin memanglah bekerja sebagai kuli panggul bagi orang-orang pedagang yang datang.
Melihat seorang malin yang sangat rajin, sang nahkoda kapal jadi sangat tertarik padanya. Dan dia berniat untuk mengajak malin untuk berlayar dan bekerja di dalam kapalnya. Malin pun turut merasa amat senang mengenai tawaran itu, karena mimpinya memang untuk berlayar dan merantau ke negeri seberang akan dapat segera terwujud. Kemudian dia langsung berlari pulang untuk memohon izin pada ibunya.
Legenda Malin Kundang
Perasaan sang ibu, dengan rasa berat hati, ibunya pun melepas anak semata wayangnya tersebut. Ingin rasanya hati si ibu untuk menahan malin agar tidak pergi, akan tetapi karena melihat tekad malin yang sangat kuat, sang ibu tak kuasa untuk melarangnya. ''berhati-hatilah di tanah rantau ya nak. Jangan lupa untuk selalu bersikap baik kepada semua orang, dan selalu rendah hati, serta jangan lupa mohon kemudahan & perlindungan kepada Tuhan yang maha kuasa''. Itulah Pesan ibu malin. ''baik mak.. malin akan selalu ingat nasehat dari emak. Kelak, suatu saat nanti malin akan pulang membawa harta yang banyak untuk emak. Malin akan jadi orang kaya, sehingga emak tak perlu lagi bekerja. Malin pamit emak''. Ucap malin berpamitan di iringi derai air mata sang ibu.
Kemudian setelah hari itu, setiap hari ibu malin selalu berdiri di tepi pantai memandang cakrawala, dan berharap malin agar segera pulang. Setiap terdapat kapal yang singgah, ibu malin selalu berlari untuk menghampiri, dan berharap anaknya yang datang di kapal tersebut. Akan tetapi selalu saja kekecewaan yang ia peroleh, anaknya tak ada di dalam kapal itu.
Kemudian, Bertahun-tahun pun mulai berlalu, ibu malin masih menunggu kepulangan malin dengan setia. Ia selalu berdiri di tepi pantai, dan memandangi cakrawala pada pagi dan sore hari, selalu berharap agar anaknya cepat pulang. Hingga pada suatu ketika, para penduduk mulai tampak sangat ramai berlarian menuju ke pelabuhan. Sang Ibu malin kundang yang pada saat itu telah tampak tua renta dan sakit-sakitan mulai bertanya kepada salah seorang penduduk. Rupanya, di pelabuhan tengah berlabuh sebuah kapal yang amat mewah dan juga besar. Pemiliknya ialah seorang pemuda yang tampan dan juga kaya raya, mereka membawa barang dagangan yang amat sangat banyak. Mendengar hal tersebut, ibu malin pun bergegas langsung ikut berlari menuju pelabuhan. Langkahnya tampak lemah dan tertatih-tatih karena tubuhnya yang tua renta dan juga sakit-sakitan.
Sesudah sampai di pelabuhan, terlihat sangat banyak orang-orang berkumpul. Di atas kapal tersebut terlihat sepasang muda-mudi yang mengenakan pakaian mewah sedang membagi-bagikan uang kepada mereka. Dan betapa gembiranya hati ibu malin, karena ia melihat, dan ia sangat yakin bahwa pemuda gagah dan tampan itu adalah anaknya. Dia pun langsung bisa mengenalinya karena tanda lahir yang dimiliki malin.

Dengan segera, ibu malin pun naik ke atas kapal dan langsung memeluk si malin. Akan tetapi, tak disangka perlakuan malin sungguh di luar dugaan sang ibu, dia melempar perempuan tua tadi hingga terjatuh. ''Siapa kamu? Berani-beraninya mengotori baju mahalku?''. Kata malin membentak. ''Malin… anakku…. ini aku nak, ibu mu. Sekarang kau benar-benar sudah jadi orang kaya nak. Ibu sangat senang kau telah pulang''. Ucap ibu malin. Malin pun terkejut mendengarnya, dia tak menyangka bahwa wanita dengan pakaian lusuh tersebut adalah ibunya yang telah lama ia tinggalkan.

''Apa benar pengemis ini ibu kamu bang? Kamu bilang, kalau kamu anak yatim piatu, rupanya ia masih hidup sebagai pengemis..''. Tanya istri malin kundang dengan ucapan yang ketus. Karena rasa malu pada isterinya, malin kundang akhirnya pun membantah hal tersebut. Dan mengatakan bahwa dia si nenek tua itu hanyalah seorang pengemis yang cuma mengaku-ngaku sebagai ibunya untuk memperoleh uang lebih. Kemudian malin kundang meminta awak kapal untuk mengusirnya dengan cara kasar, dan dengan segera untuk mengangkat sauh dan berlayar agar meninggalkan tempat itu segera.

Setelah sang Ibu menerima perlakuan yang sudah sangat keterlaluan dari seorang anaknya sendiri, kemudian hati ibu malin kundang pun merasakan amat sangat kecewa yang mendalam. Rasa sakit di hatinya begitu dalam sungguh tiada terkira rasanya. Akirnya, dia pun berdo'a kepada Tuhan yang maha kuasa. .''Ya Tuhanku.. engkau adalah dzat yang maha adil, dan selalu mendengar setiap do'a hamba mu ini. Bila benar dia bukan Malin anak ku, maka berikanlah ia keselamatan dan juga kebahagiaan. Namun jika ia benar-benar Malin kundang anak ku yang sudah lama pergi, maka sekarang aku kutuk ia jadi batu''.

Legenda Kisah Indonesia lainnya


Dan dengan seketika, langit yang tadinya cerah langsung menjadi gelap. Angin pun mulai berhembus dengan sangat kencang, dan kemudian datanglah hujan badai besar yang langsung menerjang kapal tersebut. Petir bersaut-sautan, ombak pun mengamuk dahsyat. Melihat hal tersebut, malin jadi merasa sangat menyesali akan semua perbuatanya. Akan tetapi minta ma'af kini telah terlambat. Seketika  kapal mewah tersebut dihantam petir yang amat sangat besar sampai pecah berkeping dan kemudian karam. Nah, konon malin kundang pun berubah menjadi sebuah batu karena ia telah berani durhaka kepada ibunya. baca kisah-kisah menarik tentang cerita anak, kisah islami, kisah hikmah, kisah misteri dan kisah-kisah menarik lainnya hanya di expobia.id.
Share:

02 March 2018

Dongeng Anak : Kebahagiaan untuk anak yang baik budi


Dongeng Anak : Kebahagiaan untuk anak yang baik budi
Seorang Anak itu bernama Desima. Ia berumur kira-kira sepuluh tahun. Ia saat ini duduk di kelas empat sekolah dasar. Ayah Desima sudah meninggal dunia. Sekarang ia hanya tinggal bertiga bersama dengan Emak, dan seorang adiknya.
Setiap hari mereka selalu bekerja. Pekerjaan Emak membuat kue, Desima dan adik yang bertugas menjualnya. Kue itu yang mereka jajakan ke banyak tempat tempat.

Pada Suatu kali, saat Desima sedang menjajakan kuenya. Lorong-lorong pun ditelusurinya sambil membawa atau menjunjung kue diatas kepala. Satu demi satu kue pun di beli orang. Desima selalu melayani pembelinya dengan ramah dan sopan santun. Budi pekerti Desima yang baik luhur membuat orang-orang sangat suka padanya. Bila Desima lewat, mereka seringkali memanggilnya, dan kemudian membeli kue dari Desima.



Pada saat Menjelang senja, kue sudah habis terjual. Desima pun pulang menuju rumah. Dia ingin sekali cepat sampai, karena ingin menceritakan keberhasilannya dalam menjual kue pada ibunya.

Nah, Dalam perjalanan pulang, Desima melihat langit yang mendung. Angin pun bertiup dengan cukup kencang. Kilat saling sambar-menyambar. Tiba-tiba terdengar suara petir sangat menggelegar. Desima pun merasa amat ketakutan.
Tak lama kemudian, Hujan pun mulai turun. Desima berlari-lari kecil untuk mencari tempat berteduh. Di sebuah rumah kecil Desima pun terhenti. Dia berdiri sambil merapatkan badannya ke dinding rumah agar tak terkena hujan.
Namun, Hujan tidak kunjung berhenti. 

Desima sudah lama menunggu hujan reda. Lama kelamaan, hari pun mulai malam. Desima semakin merasa gelisah. Apakah dia harus berjalan dengan menerobos hujan deras ini?

Desima tak memiliki pilihan lain, dia harus segera pulang agar ibunya tak khawatir. Dia tak ingin ibunya jadi cemas dan mencarinya. Kemana ibunya akan mencari? Ia takut ibunya jadi jatuh sakit karena akan kehujanan.

Ia pun memberanikan diri, sambil menjunjung nampan tempat kue, Desima pun pergi meninggalkan rumah kecil tersebut. Dia melangkah terus menerus dalam hujan. Sesekali Desima terpeleset. Jalan terasa sangat licin dan juga gelap.
Ada seorang nenek yang baru pulang dari masjid dan nampaknya kenal pada Desima. Karena memang Desima selalu bergaul baik dengan siapa aja. Desima juga senang menolong orang. 

Desima pun dipanggilnya. rupanya nenek itu ingin memberi obor pada Desima. Karena malam kian gelap saja. Hujan juga masih turun. Nenek itu nampak sangat sayang pada Desima.

Setelah pamit dan mengucap terimakasih, dengan penuh hati-hati, Desima membawa obor yang diberi oleh nenek tadi. Obor itu yakni terbuat dari potongan bambu yang di isi kain yang di basahi dengan minyak tanah. Kain itu dimasukkan ke dalam potongan bamboo, dan ujungnya disulut dengan api. Desima selalu berusaha agar supaya api itu tak basah oleh air.

Sekujur tubuh Desima mulai merasa dingin. Ia terus melangkahkan kakinya. Akhirnya, ia pun sampai di rumahnya. Desima mulai menghela nafas sejenak. Perasaanya sangat lega. Desima segera masuk. Namun perasaanya kembali gelisah. Rumahnya rupanya hanya di tunggui oleh adiknya. Dugaan Desima rupanya benar. Emaknya sudah mencarinya.

Desima pun kembali menyalakan obor. Ia langsung segera pergi. Menurut adiknya, ibu mencarinya ke kampung seberang. Kampung seberang ada di seberang sungai yang melintasi desanya. Tadi sore Desima memang jualan ke sana. 

Desima pun kembali berjalan menerobos hujan. Langkahya mulai dipercepat. Ia ingin agar segera tiba di kampung seberang. Tidak jauh dari rumahya, ada sebuah sungai, Antara kampungnya dan kampung seberang yang dihubungkan oleh jembatan. Melewati jembatan itu Desima biasanya pulang pergi ke seberang.
Belum lama berjalan, tiba-tiba terdengar suara benda berat runtuh. "Brak...brak..brak.....", kemudian serasa hening mencekam. Suara apa itu? Desima tak jadi melangkah.

Desima mencari arah datangnya suara tadi. Rasa-rasanya suara itu datang dari arah jembatan.

Desima pun mencoba melangkah ke arah jembatan. Obor diangkatnya tinggi-tinggi agar supaya menerangi jalan. Desima pun terus melangkah.
Ternyata jembatan itu sudah di hantam air Bah yang cukup meluap, Besi tiang jembatan itu juga ikut jatuh ke dalam sungai.

Desima pun mulai panik. Pikirannya jadi kacau. Bukankah emak harus melewati jembatan itu agar sampai ke rumah. Desima semakin merasa cemas.
Maka, Dengan sekuat tenaga, Desima pun berteriak minta tolong. "Tolongg...tolong..jembatannya runtuh..!" namun suaranya hilang ditelan gemuruh air sungai dan terpaan air hujan yang deras.

Berkali-kali Desima mencoba berteriak, namun tak seorang pun yang dapat mendenganrnya.

Ingin sekali dia berlari mengatakan pada para penduduk, namun tempat itu jauh dari daerah keramaian. Dia semakin cemas, apa mungkin emak ikut jatuh ke dalam sungai?

“Ah...tidak mungkin...tidak mungkin!”
Desima tidak tahu harus pergi kemana. Dia benar-benar merasa bingung dan cemas.

Namun baiklah, aku akan segera memberitahukan hal ini pada orang yang ada di ujung jalan itu, kata Desima dalam hati.

Baru saja dia hendak pergi, sebuah cahaya yang terang muncul dan bergerak sangat cepat.

“Celaka .... sebuah buss penumpangg akan segera lewat!"
Bus itu pun semakin mendekat dan meluncur deras menujuu jembatan yang sudah ambruk itu. Dengan cepat Desima pun bergerak ke tengah jalan sambil mengangkatt obor yang ia pegang tinggi-tinggi.
Dia tidak peduli lagi dengan keselamatann dirinya, bus dan penumpangnyaa harus bisa diselamatkan.

Dalam jarak yang sangat dekat. Pak sopir pun melihat dan dengan seketika menginjak rem mendadak. Desima hampir aja dihantamm bus yang penuh penumpang itu.

Karena tidak kuasa lagi memegangg obor, persendian Desima serasa goyah, pandangannya pun kabur. Akhirnya dia roboh dan tak sadarkan diri.
Dikala sudah sadar, banyak orang-orang di sekelilingnya. Di antara mereka juga terlihat ada emak Desima. Matanya bengkakk, ia menanggis.

Di sebelahnya tampak sang adik yang sedang memandangi Desima dengan sayu. Desima baru sadar jika ia sekarang ada di rumah sakit. Orang-orang cukup ramai yang menjenguknya, sebagian dari mereka ialah penumpang bus yang selamat tersebut. Berbagai hadiah pun diberikan mereka pada Desima. Kepala kampung dan beberapaa tokoh masyarakat jugaa datang. Mereka menyalami Desima dan memuji akan keberanian dan pengorbanannya.

"Tanpaa budi baik Nak Desima, entah apa jadinya pada nasib keluarga kami." kata salah satu penumpangg bus.
Penghargaan terhadap Desima rupanya tak sampai disitu aja. Di sekolah guru-guru seringkali memuji dan bangga akan Desima. Ia dijadikan anak teladan bagi teman-temanyaa.

Ada sebuah Penghargaan lain yang datang dari pemilik bus yangg di tolong oleh Desima. Karena Desima berbudi baik, mereka ingin sekali mengangkatt Desima sebagai anak asuhnya. Mereka akan membiayaii sekolah Desima dan memberikann bimbingan dan juga bantuan yang di perlukann Desima dalam menuntut ilmu.
Sekian kisah kami kali ini untuk “Anak Suri Tauladan” semoga menginspirasi anak-anak Indonesia hingga menjadi anak yang baik dan berbudi pekerti yang luhur. Amiin ya robbal alamiin.
Share:

Blog Archive